Minggu, 19 Februari 2012
buah kepel
Tumbuhan kepel atau burahol (Stelechocarpus burahol) adalah pohon penghasil buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel digemari puteri kraton-kraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam.Buahnya yang matang dimakan dalam keadaan segar. Disebutkan bahwa
dagingnya yang berwarna jingga dan mengandung sari buah itu memberikan
aroma seperti bunga mawar bercampur buah sawo pada ekskresi tubuh (seperti air seni, keringat, dan napas). Dalam pengobatan, daging buahnya berfungsi sebagai peluruh kencing, mencegah radang ginjal dan menyebabkan kemandulan (sementara) pada wanita. Jadi, kepel ini oleh para wanita bangsawan digunakan sebagai parfum dan alat KB. di Jawa, penggunaannya secara tradisional terbatas di Kesultanan Yogyakarta. Kayunya
cocok untuk perkakas rumah tangga; batangnya yang lurus setelah
direndam beberapa bulan dalam air, digunakan untuk bahan bangunan rumah
dan diberitakan tahan lebih dari 50 tahun. Kepel merupakan tanaman
hias pohon yang indah, daunnya yang muncul secara serentak berubah dari
merah muda pucat menjadi merah keunguan sebelum berubah lagi menjadi
hijau cemerlang. Perawakan pohonnya berbentuk silindris atau piramid
dengan banyak cabang lateral yang tersusun secara sistematik, dan
sifatnya yang kauliflor (cauliflory) menambah keindahannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar